Rabu, 13 Februari 2013

Ambient Advertising #2

| |
0 komentar
Ungkapan Ambient Advertising mulai muncul sebagai  jargon di media Inggris kira-kira sepuluh tahun yang lalu, tetapi sekarang nampaknya sudah menjadi istilah standar dalam industri periklanan.

Ini mengacu pada hampir semua jenis iklan yang dibuat dan dipasang sebagai iklan luar ruang yang non-standar. Contohnya pesan pada bagian belakang tanda parkir, di dasar lubang golf, di tali pegangan gerbong kereta api, di pegangan troli supermarket, dan di sisi karton telur (beberapa tim kreatif yang cerdas bahkan mengeksploitasi teknologi cetak modern dengan memasang pesan iklan pada kulit telur itu sendiri). Ini juga mencakup teknik seperti memproyeksikan gambar besar di sisi bangunan, atau slogan-slogan di balon udara.

Istilah umum untuk objek-objek (non-media) yang membawa pesan-pesan iklan adalah media ambient. Ungkapan ini mungkin diciptakan karena terpengaruh saat-saat puncak popularitas Ambient musik, genre musik elektronik yang menciptakan suasana hati atau suasana. Karenanya, makna standar Ambient, yang berkaitan dengan sesuatu yang ada di lingkungan (luar ruang), menjadi sedikit kurang tepat.


Berikut adalah beberapa komentar tentang Ambient Advertising:

Ambient advertising contains the seeds of its own destruction, he says, because once the approach is copied and becomes commonplace, it ceases to surprise. [Guardian, August 1997]
The genuine impact of ambient media is difficult to measure as it often takes TV and press coverage to attract wider public attention to it. [Sunday Business, August 1998]
Ambient advertising refers to intrusive ads in public places. With the cost of traditional media advertising skyrocketing and a glut of ads fighting for consumers' attention, marketers are aggressively seeking out new advertising vehicles. Cars, bicycles, taxis and buses have become moving commercials. Ambient ads appear on store floors, at gas pumps, in washrooms stalls, on elevator walls, park benches, telephones, fruit and even pressed into the sand on beaches.Even some members of the industry itself are critical of this trend to slap ads on everything. Bob Garfield, columnist for the ad industry magazine Advertising Age, calls this plethora of commercial messages "environment pollutants." Others worry that this deluge of advertising will create a backlash with consumers [ via http://www.media-awareness.ca/ ]
Ambient Advertising is a one stop shop for a broad cross-section of ambient media. Our alternative media solutions cover the broadest range of advertising. Ambient Advertising reaches customers while they are in an active mindset and have the time to pay attention as part of their weekly routine. [ via http://www.ambientadvertising.com.au/ ]

Pro dan kontra seputar ambient, karena jenis iklan ini sangat minim pesan. Jika kita kembali pada fitrah periklanan, menyampaikan pesan-pesan kepada khalayak, Ambient Advertising bisa disebut sebagai iklan yang sumir. Ambient Advertising bisa menjadi polusi visual di lingkungan,  karena penempatannya.

Ambient Advertising, kemudian menciptakan dilema tersendiri. Siapapun bisa memanfaatkan ambient advertising, sehingga di tingkat masyarakat, iklan jenis ini sungguh mengepung masyarakat, memaksanya tak berjeda dari pesan-pesan iklan, sehingga bisa menyebabkan banjir informasi.

Ambient Advertising, menyebabkan pergeseran besar dalam hal komunikasi periklanan. Iklan tidak lagi menjual barang karena kelebihan produk atau jasanya. Kita tidak lagi membeli sebuah Handphone karena sebenarnya kita sedang membeli saluran komunikasi verbal. Kita tidak lagi membeli CD, tetapi membeli suasana hati yang ditimbulkan oleh isi dari CD audio tersebut. Pergeseran ini menyebabkan perubahan besar, terutama jika kita lihat dari sisi hukum dagang.

Seseorang membeli sesuatu, berdasarkan "Proposal" yang diajukan. Proposal itu tentu bicara tetang obyek yang diperdagangkan, sehingga kalau ia setuju membeli, maka terjadi kontrak antara pembeli dan penjual. Kontrak ini akan berdampak pada hak dan kewajiban masing-masing.

Jika iklan kita pandang sebagai proposal itu, maka Ambient Advertising memang menyampaikan sedikit sekali pesan, yang oleh penulis artikel ini dianggap sebagai degradasi nilai dari iklan itu sendiri. Jaman dulu seorang sales bahkan perlu mendemonstrasikan kemampuan sebuah produk agar konsumen yakin tidak tertipu dengan apa yang akan dibelinya. Sementara dengan ambient, pelencengan pesan itu sangat mungkin terjadi.
Kekhawatiran lain, muncul dari kasus berikut. Di samping ini adalah iklan tentangBarbecue (Vijay Sales - photos courtesy San Diego chapter of the AMA), atau alat pemanggang. Komentar dalam web yang tertaut di atas, iklan ambient semacam ini bisa masuk kategori "urban spam". Selain membahayakan orang yang lewat, asosiasi alat pemanggang makanan dengan jeruji selokan ini sangat jauh dari kesan makanan.

Ambient Advertising, seharusnya bisa provokatif dan menarik, secara visual bisa melibatkan pengunjung/pembaca, tetapi yang terpenting dari semua itu adalah menciptakan pengalaman bagi calon konsumen. Pengalaman ini sangat penting, karena dari situlah diharapkan keputusan calon konsumen mengkonsumsi produk/jasa yang dipasarkan. Bayangkan, pengalaman apa yang kita rasakan jika melihat ambient seperti di atas? Jadi lapar? Atau malah pengen muntah?

Kritik lain tentang ambient, dapat juga dibaca dari artikel di www.stayfreemagazine.org. Judul artikelnya sendiri sudah sangat provokatif, As Advertisers race to cover every available surface, are they DRIVING US INSANE? Saat ini, menurut artikel itu, sangat sulit menemukan ruang publik yang masih bersih dari iklan. Di setiap sudut jalan, kita bisa menemukan billboard dalam beragam ukuran, ambient di berbagai elemen kota, mulai dari halte bus, bagian belakang mobil, dan lain-lain.

Ledakan ambient, dipengaruhi oleh mulai menurunnya animo penonton TV karena berbagai sebab. Mulai dari keberadaan internet, saluran TV Kabel berbayar yang bebas iklan, dan kecenderungan untuk menjangkau target pasar yang spesifik.
What these explanations miss, however, is that the forces behind ambient are inherent in the advertising process. Advertising works somewhat like bacteria: After its hosts (consumers) are exposed, they become immune, so new strains of ads must develop and grow. These new strains are quickly copied, adding clutter, requiring new strains to emerge. Over time, advertising clutter leads to diminishing returns for individual campaigns. The more advertising grows, the more it must grow. The cycle accelerates and what was formerly considered unethical, offensive, or gauche is gradually mainstreamed out of necessity.

Periklanan bekerja seperti bakteri. Semakin mudah berkembang biak dan semakin cepat, serta selalu mampu bermutasi untuk meningkatkan kemampuannya menembus daya tahan konsumen. Konsumen, yang terpapar "bakteri" dalam waktu yang panjang, akan melahirkan generasi yang kebal iklan. Dan karena itulah mutasi metode iklan menjadi bagian alamiah perkembangan periklanan. Ambient, menjadi salah satu artefak mutasi itu, menjadikan strategi iklan kian ampuh menjangkau setiap sudut kehidupan masyarakat.

Belum lagi kajian tentang pengaruh ambient terhadap kalangan anak dan remaja, yang bisa kita baca dari artikel ini: Kids Are A Captive Audience With Ambient Advertising.

Read More

Ambient Advertising

| |
0 komentar

What is Ambient Advertising? Ambient advertising is about placing ads on unusual items or in unusual places you wouldn’t normally see an ad. An ambient ad doesn’t have to be placed outside. Ambient advertising can be found anywhere and everywhere! The key to a successful ambient media campaign is to choose the best media format available and combined with effective message. These kinds of ads often make someone think about a certain place or thing differently.

What is Ambient Advertising? Guerrilla Marketing Photo
A common trend we see in ambient advertising is taking an object and making it in larger or smaller scale. When we see something is is either abnormally large or small, we can’t help but to stop and gander. It’s a great way to raise curiosity and get the person to come and take a closer look.
Scotch-Brite, a 3M group brand called on the agency Havas Sports & Entertainment, placed a large version of their product on the side of a building near the legendary Santiago Bernabeu stadium in Madrid.
What is Ambient Advertising? Guerrilla Marketing Photo
Credit: Paper Planes
As we mentioned earlier, it’s not just about placing something unusual outside. Ambient media can be found anywhere! This example is from Kvällspressen Impact, one of Sweden’s biggest and oldest advertising packages. The challenge was to find a new alternative marketing strategy. Welcome urinal advertising! See the case study below for all the other creative ambient advertisements they ran with this campaign.
What is Ambient Advertising? Guerrilla Marketing Photo
What is Ambient Advertising? Guerrilla Marketing Photo
So that’s ambient advertising. It can be shocking, surprising or funny! It can be found anywhere and everywhere. It’s about creating a new way of thinking. So go out and get your agency doing some creative ambient advertising and let us know! Creative Guerrilla Marketing is always looking for the latest in creative advertising and marketing! Below you can find some other great examples of ambient advertising to help inspire your next project.
What is Ambient Advertising? Guerrilla Marketing Photo
  What is Ambient Advertising? Guerrilla Marketing Photo
What is Ambient Advertising? Guerrilla Marketing Photo
   What is Ambient Advertising? Guerrilla Marketing Photo
What is Ambient Advertising? Guerrilla Marketing Photo
What is Ambient Advertising? Guerrilla Marketing Photo
What is Ambient Advertising? Guerrilla Marketing Photo
What is Ambient Advertising? Guerrilla Marketing Photo
What is Ambient Advertising? Guerrilla Marketing Photo
What is Ambient Advertising? Guerrilla Marketing Photo

Read More

Sabtu, 22 Desember 2012

Menunda Kesenangan Demi Keberhasilan

| |
0 komentar

"Ubah hidup kamu hari ini. Jangan
bertaruh pada masa depan, lakukan
sekarang, jangan tunda lagi" - Simone
de Beauvoir

Seseorang akan sulit berhasil jika ia
suka menunda-nunda pekerjaan. Tapi
aku yakin kamu bukanlah orang yang
demikian.

Laksamana Laut Amerika, Willian
Halsey mengatakan, "Segala masalah
akan menjadi lebih kecil jika kamu
tidak menghindarinya, tetapi
menghadapinya."  
Penundaan merupakan pupuk yang
menghambat pertumbuhan.
Jika kamu
terlalu lama membuat keputusan untuk
sebuah peluang yang tiba-tiba datang,
peluang itu akan hilang.
Lihatlah hasil akhir dari sebuah
pekerjaan, agar kamu terpacu untuk
tidak menundanya.
Jangan habiskan waktu kamu
mengerjakan tugas-tugas yang tidak
penting atau tidak perlu. Jika tidak
penting, jangan sekedar menundanya,
hapuskan saja tugas itu.
John C. Maxwell menyarankan kamu
untuk memilah lagi pekerjaan yang
perlu diprioritaskan.
Telaahlah apakah tugas tersebut
memberi manfaat finansial? Apakah hal
itu akan membuka jalan untuk sesuatu
hal lain yang lebih baik?  Apakah hal
itu bisa memberikan kamu pengembangan
atau pencapaian yang lebih besar?
Atau apakah penyelesaian tugas itu
bisa melegakan kamu secara emosional?
Jika kamu mendapatkan semua alasan
positifnya, kamu telah berada di
jalur yang benar. Mulailah bergerak
maju dan bertindaklah secara cepat
dan efektif.
Read More

Jumat, 07 Desember 2012

Menghargai Nilai Waktu

| |
0 komentar


Masa lalu tidak dapat kita ubah.  Itu
sebabnya waktu begitu amat bernilai.
Renungkanlah, di umur kita saat ini,
apa saja yang sudah kita perbuat dan
hasilkan?

Karena, Charles Spezzano dalam buku
'What to Do Between Birth and Death'
mengatakan bahwa sebenarnya orang
tidak membayar barang dan jasa dengan
uang mereka, tetapi mereka
membayarnya dengan waktu.

Jika kita berkata pada diri sendiri,
dalam lima tahun, saya akan memiliki
cukup uang untuk membeli rumah itu,
sebenarnya kita sedang mengatakan
bahwa harga rumah itu adalah sebanyak
lima tahun, yaitu seperdua belas usia
dewasa kita. Ungkapan menghabiskan
waktu bukanlah kiasan. Itulah cara
kehidupan berputar.

Bagi seseorang di industri tertentu,
waktu 1 atau 5 menit saja bisa sangat
berarti. Sudah banyak pebisnis yang
kehilangan proyek karena terlambat
datang ke sebuah pertemuan bisnis
akibat pesawat yang  tertunda
keberangkatannya.

Jadi daripada kita memikirkan apa
yang dapat kita  lakukan dengan ukuran
uang, pikirkan dalam ukuran waktu.
Memandang pekerjaan kita dari sudut
pandang ini dapat mengubah cara kita
dalam mengatur waktu.

Read More

Masalah Mendatangkan Makna Kehidupan

| |
0 komentar

"Hindari masalah, dan kamu tidak akan
pernah jadi orang yang memecahkannya"
Bagi seekor burung rajawali,
satu-satunya hambatan untuk terbang
lebih cepat dan nyaman adalah udara.
Tetapi jika udara itu diambil dan
burung tersebut dibiarkan terbang
dalam kehampaan tanpa udara, burung
rajawali itu segera jatuh ke tanah
dan tidak dapat terbang sama sekali.

Hambatan utama yang harus diatasi
oleh sebuah perahu bermotor adalah
air yang menyentuh baling-baling
perahu. Tetapi jika tidak ada air
sebagai penahan, perahu ini justru
tidak dapat bergerak sama sekali.

Hukum yang sama juga berlaku bagi
kehidupan manusia. Hambatan adalah
kondisi yang 'harus ada' bagi
kesuksesan. Sebuah kehidupan yang
terbebas dari hambatan dan kesulitan
akan mengurangi semua kemungkinan dan
daya sampai ke titik nol.

Larilah dari masalah kita jauh-jauh,
dan kehidupan kita akan kehilangan
daya kreatif!

Masalah kesehatan yang parah bisa
memberikan makna pada dunia
pengobatan. Masalah kekacauan sosial
bisa memberi makna pada kebijakan
pemerintah.

Kita semua memiliki kecenderungan
ingin terbebas dari semua masalah dan
tanggung jawab. Ketika masalah
datang, berikanlah makna baru pada
permasalahan itu. Sebuah beban
kehidupan yang paling berat adalah
pada saat kita tidak memiliki apapun
untuk dibawa. 
Read More

Kepercayaan Perekat Hubungan

| |
0 komentar

"Perekat yang menyatukan suatu
hubungan, termasuk hubungan antara
pemimpin dan yang dipimpin adalah
kepercayaan, dan kepercayaan itu
dibangun atas dasar integritas." -
Brian Tracy


Kepercayaan adalah fondasi dari semua
hubungan. Hubungan kerja, bisnis,
kepemimpinan dan tentu saja cinta
dibangun atas dasar kepercayaan.
Tanpa itu, sebuah hubungan tak akan
berjalan, sebuah organisasi pun akan
kacau.

Bayangkan jika kita berada dalam
sebuah lingkungan, hubungan atau
organisasi tanpa kepercayaan, para
pekerjanya saling curiga satu sama
lain dan para atasannya berusaha
mempertahankan posisinya
masing-masing dengan segala cara.
Organisasi seperti itu sangat rapuh
dan tinggal menunggu waktu untuk
hancur.

Sebagai seorang pemimpin, kita
harus menginvestasikan banyak waktu
untuk membangun kepercayaan dari

bawahan atau pengikut kita.
Kepercayaan itu sebenarnya dibangun
atas fondasi sederhana. Jalanilah
kehidupan dengan penuh integritas dan
hormati orang lain. Konsistensi dalam
kata dan perbuatan. Melakukan dan
menepati apa yang kita katakan pada
orang lain.

Sebelum kita mengharapkan orang lain
percaya pada kita, sebagai pemimpin
kita harus percaya dahulu pada orang
lain. Delegasikan kewenangan kita
pada mereka. Mereka pun akan merasa
dipercaya atas kemampuan mereka.

Butuh waktu bertahun-tahun untuk
membangun kepercayaan dan hanya butuh
waktu beberapa detik untuk
menghancurkannya. Belajarlah
mempercayai, belajarlah untuk jadi
orang yang dipercaya.

Read More

Kamis, 15 November 2012

Hidup Dalam Secangkir Kopi

| |
0 komentar

Hidup itu adalah sampulnya saja. Sedangkan isinya adalah nasi basi yang harus kita olah agar bisa kita nikmati dan menjadi sajian yang lezat setiap pagi.
Dalam hidup, kesulitan adalah bumbu utama agar kehidupan kita lebih bermakna dan memiliki rasa. 
Jangan hidup kalau tidak mau diuji.
Kita sering dihapapkan dengan kesulitan. Namun, yang lebih sulit adalah, bagaimaa cara kita agar bisa mengolah kesulitan itu menjadi sebuah roti panggan berselai setrawberry di pagi hari dengan
secangkir kopi.

Untuk menyajikan kopi, kita harus pintar bagaimana mengubah rasa kopi yang pahit menjadi manis. Itupun dibutuhkan dua hal. Gula dan sendok pengaduk. Ada gula saja tanpa pengaduk, tetap saja, kopi akan pahit sebab gula tidak bisa tercampur dengan serbuk kopi. Sedangkan pengaduk saja tanpa gula? Apa jadinya?
Sama seperti hidup.
Untuk menghadapi kesulitan hidup, apalagi kesulitan ekonomi, kita hanya butuh dua hal. Kemampuan dan kemauan. Kita semua sudah diberkahi kemampuan masing-masing. Itu sudah kodrat alam. Dan kemampuan tiap individu itu berbeda namun menghasilkan kepuasan yang sama. Sama-sama bisa mendatangkan profit.
Kemampuan yang kita miliki bisa menghasilkan sesuatu yang berharga asal ada kemauan. Kemauan saja tanpa ingin mengolah kemampuan sama dengan berpangku tangan. Hampa. Jadi, untuk bisa sukses mengatasi kesulitan ekonomi, mari kita seimbangkan keduanya. Agar seimbang, saling melengkapi. Baca peluang yang ada. Jangan malas, malas adalah musuh utama.
Read More